Di Bulukumba, Tokoh Masyarakat Kajang Sosialisasi IYL-Cakka -->

Di Bulukumba, Tokoh Masyarakat Kajang Sosialisasi IYL-Cakka

Senin, 22 Januari 2018, Januari 22, 2018
RADARSULSEL.ID, BULUKUMBA – Masyarakat Adat Kajang menyatakan sikap all out mendukung pasangan chsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di Pilgub Sulsel tahun ini. Hal ini dikatakan langsung oleh Tokoh masyarakat Kajang, Kahar Muslim, saat dikonfirmasi, Senin, 22 Januari 2018.

Dia mengatakan, keluarga besar masyarakat adat kajang telah melakukan konsolidasi merata untuk memenangkan pasangan yang menggunakan tagline “Bersama Membangun Sulsel” itu. “Kami sudah bicara sama semua keluarga. Konsolidasi diinternal keluarga kita total dan bekerja untuk memenangkan Punggawa Macakka,” kata Kahar Muslim.

Galla Lombo, gelar adat yang dilekatkan kepada Kahar Muslim menegaskan, tidak hanya di tanah adat Kajang secara khusus. Tapi pihaknya telah melakukan konsolidasi merata di 136 Desa dan Kelurahan se-Kabupaten Bulukumba.

Diketahui, Galla Lombo adalah gelar yang melekat kepada pemangku adat kajang yang mengatur hubungan luar dan dalam suku adat Kajang. Jika dimisalkan sebuah negara adalah perpaduan menteri dalam negeri dan menteri luar negeri.

“Tidak hanya di Kajang saja, kami sudah melakukan konsolidasi merata se-Kabupaten Bulukumba. di 136 Desa dan kelurahan untuk IYL-Cakka,” kata eks Calon Bupati ini.

Dia bahkan mengaku telah melakukan pemetaan gerakan pemenangan di 10 Kecamatan se-Kabupaten Bulukumba. Hanya saja dia enggan membeberkan terlalu jauh.

Eks legislator DPRD Kabupaten Bulukumba ini hanya menyinggung perihal pergerakan pemenangan di 3 Kecamatan, yakni Kecamatan Kajang, Herlang dan Bontobahari.

“Kalau di tiga Kecamatan ini kita lakukan pergerakan secara terang-terangan, 7 Kecamatan lainnya bervariasi. Tentu ada pertimbangan, tapi itu adalah strategi kami,” tuturnya.

Jauh hari sebelumnya, IYL dan Andi Cakka memang telah menemui langsung pemangku adat Kajang, Ammatoa beberapa waktu lalu. Kedatangannya itu untuk meminta restu amma atau dalam bahasa bugis ‘Mappatabe’ sebelum mematangkan niatnya running pada hajatan politik lokal lima tahun sekali.(*)

TerPopuler