Perkerasan Jalan Tani di Desa Keera Wajo Disorot Warga -->

Perkerasan Jalan Tani di Desa Keera Wajo Disorot Warga

Rabu, 03 Juni 2020, Juni 03, 2020



RADAR SULSEL.CO.ID, WAJO - Proyek perkerasan jalan empang Toboko, yang berada di Dusun Babana, Desa Keera, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, di sorot warga.

Salah satu warga berinisial, M.Y membeberkan jika proyek tersebut menelan banyak anggaran dan hasilnya diduga tidak sesuai dengan juknis.

Kepala Desa Keera Syamsurida saat dikonfirmasi melalui via telp terkait hal tersebut membantah dan mengatakan jika pekerjaan proyek perkerasan jalan Empang Toboko sudah sesuai RAB dengan volume 3087 dengan lebar 4 meter.

"Cuma ada sedikit rancu, dimana awalnya kita mengira tanahnya kuat ternyata labil, ternyata lumpur empang yang dinaikkan keatas sehingga batu yang dihampar masuk kedalam tanah.

Tidak itu saja, Syamsurida juga menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut belum selesai masih menunggu saat selesai musim hujan, dan sudah berkonsultasi dengan pendamping untuk dipending guna menghindari mobil pengangkut meterial terbalik.

Selanjutnya, dirinya juga berencana merubah pola fungsi yang tadinya hanya dilalui motor ojek, bisa dilalui kendaraan roda empat sehingga dapat menunjang nilai ekonomi masyarakat.

Namun salah seorang warga Desa yang lain, AS, menuduh Kepala Desa Keera berbohong dalam memberikan keterangan dimana sesuai hasil investigasinya, proyek tersebut yang menelan anggaran senilai Rp 199.579.100,- dan bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2019,
hanya memiliki lebar 2 meter dan materialnya yang digunakan diperkirakan 30 mobil truk.

"Bagaimana mobil bisa masuk, disamping pematangnya sempit juga tanahnya sangat labil, bahkan ada seorang warga keberatan pematang empangnya diberi proyek perkerasan, karena pematang itu ditempati menaikkan lumpur, jelas anggran proyek tersebut mubassir," ungkapnya. (SUKRI).

Editor: ENAL RASUL


TerPopuler